Langsung ke konten utama

MANAJEMEN PERDAGANGAN RITEL

image by google

Perdagangan ritel adalah suatu kegiatan menjual barang atau jasa kepada seseorang untuk keperluan diri sendiri, keluarga, maupun dalam berumah tangga (Berman, 2001). Sering kali orang-orang beranggapan bahwa ritel hanya menjual produk-produk di toko. Tetapi retail (ritel) juga melibatkan pelayanan jasa layanan antar ke rumah-rumah. Tidak semua ritel dilakukan ditoko. Kegiatan yang dilakukan dalam bisnis retail (ritel) adalah menjual berbagai produk, jasa atau keduanya, kepada konsumen untuk keperluan konsumsi pribadi maupun bersama.
Ritel diharapkan dapat meningkatkan efisiensi bagi pemasok serta meningkatkan nilai barang yang dijual melalui peningkatan kualitas pelayanan terhadap konsumen. Agar ritel berjalan dengan baik maka diperlukan manajemen ritel, Manajemen ritel adalah pengaturan keseluruhan faktor-faktor yang ebrpengaruh dalam proses perdagangan ritel,yaitu perdagangan langsung barang dan jasa kepada konsumen. Secara keseluruhan, pengelolaan binis ritel membutuhkan fungsi-fungsi manajemen secara stabil baik fungsi keuangan, pemasaran, sumber daya manusia, maupun operasional.

1. Sumber Daya dan Lini Produk
Image by Google


Lini Produk adalah sekelompok produk yang saling terkait karena melakukan fungsi yang sama (mirip dijual kepada kelompok pelanggan yang sama dipasarkan melalui saluran distribusi yang sama dan memiliki kisaran harga tertentu). Contohnya mie instan yang dikemas menggunakan plastic dan sterofoam harganya berbeda tetapi fungsinya sama. Ritel sebaiknya mempunyai suatu limited product line. Alasannya adalah sumber daya yang terbatas untuk perusahaan kecil terutama ritel. Dengan terbatasnya lini produk, maka akan lebih focus sehingga peluang berhasil juga akan lebih tinggi.

2.      Pemberdayaan Ritel
Image by Google

Industri ritel terus berubah seiring dengan perubahan teknologi, perkembangan dunia usaha serta kebutuhan konsumen. Bisnis ritel adalah keseluruhan aktifitas bisnis yang terkait dengan penjualan dan pemberian layanan kepada konsumen untuk penggunaan yang sifatnya individu sebagai pribadi maupun keluarga. Agar berhasil dalam pasar ritel yang kompetitif, pelaku ritel harus dapat menawarkan produk yang tepat, harga yang tepat, waktu dan tempat yang tepat pula. Oleh karena itu, pemahaman terhadap pelaku ritel terhadap karakteristik target pasar atau konsumen yang akan dilayani merupakan hal yang sangat penting. Dalam operasionalnya pelaku ritel menjalankan beberapa fungsi antara lain membantu konsumen dalam menyediakan berbagai produk dan jasa. Menjalankan fungsi memecah maupun menambah nilai produk, secara keseluruhan pengelola bisnis ritel membutuhkan fungsi manajemen secara stabil baik fungsi keuangan, pemasaran, sumber daya manusia, maupun operasional.
            Sehingga pelaku ritel dapat memahami secara penuh tentang lingkup bisnis ritelnya, cara strategi pengembangannya dan memanajemen bisnisnya. Konsep Ritel adalah orientasi manajemen yang memfokuskan ritel dalam menentukan kebutuhan target pasar serta memenuhi kebutuhannya dengan lebih efektif dan efisien. Ritel yang berhasil harus memenuhi kebutuhan pelanggan pada segmen pasar yang dilayani secara lebih baik daripada yang dilakukan oleh pesaing. Tugas utama dalam mengembangkan bisnis ritel adalah menetapkan sasaran pasar, proses ini di awali dengan menetapkan segmentasi pasar.
3.      Keunggulan Perdagangan Ritel
Image by Google

Perdagangan eceran ini sangat penting artinya bagi produsen, karena melalui pengecer produsen dapat memperoleh informasi berharga tentang barangnya. Produsen dapat menginterview pengecer, bagaimana komentar konsumen, mengenai bentuk, rasa, daya tahan, harga dan segala sesuatu mengenai produknya. Juga dapat diketahui mengenai kekuatan saingan. Produsen dan pengecer dapat memupuk kerjasama yang saling menguntungkan. Produsen memasang iklan, memberi bonus, mengadakan undian, memberi hadiah, semuanya dapat dilakukan melalui toko-toko pengecer. Toko-toko pengecer dapat pula dipakai sebagai tempat memasang spanduk. Selebaran promosi dan produsen. Memang produsen biasanya mempergunakan saluran distribusi melalui grosir, tapi informasi yang diperoleh melalui grosir, kurang komplit. Oleh karena itu, bagian penjualan dari produsen lebih senang menjual dan berhadapan langsung dengan toko pengecer agar mendapat informasi dari tangan pertama.
Ukuran yang dipakai untuk klasifikasi ini ialah ownership pemilikan dan jumlah pegawai. Perdagangan eceran kecil biasanya mempunyai 2 atau 3 pegawai/pelayan. Pelayan itu kadang-kadang adalah anggota keluarga sendiri, ataupun orang lain yang digaji. Yang mengendalikan keuangan, pembelian barang biasanya dipegang langsung oleh pemilik atau keluarga lain yang digaji. Yang mengendalikan keuangan, pembelian barang biasanya dipegang langsung oleh pemilik atau keluarga lain yang dipercaya, masih jarang dijumpai sistem manager bergaji pernah diserahi mengurus kegiatan perdagangan eceran ini.

4.      Kebijakan Harga Dalam Perdagangan Ritel
Image by google

Kebijakan harga yang ditetapkan oleh retailer, yaitu sebagai berikut ini.

1. Margin price yaitu penetapan harga berdasarkan perkiraan, bila barang yang dijual sudah mendapatkan keuntungan maka langsung dijual saja. Contohnya para pedagang kaki lima.
2. Lining price yaitu penetapan harga yang dilakukan oleh penjual baju, kaos, sepatu, dan sandal. Contohnya dalam satu kotak ada beberapa merek kaos yang diberi harga sama.
3. Competitor price yaitu penetapan harga yang murah dengan tujuan untuk memperoleh reputasi sebagai toko termurah.
4. Judgement price yaitu penetapan harga berdasarkan perkiraan. Biasanya dalam satu lusin produk, hanya ada satu atau dua potong produk saja yang bagus.
5. Customary price yaitu penetapan harga dalam jangka panjang di mana harga suatu produk tetap stabil dan tidak ada perubahan. Peningkatan harga terjadi apabila ada kenaikan bahan baku produk saja.
6. Ood price yaitu penetapan harga ganjil untuk menarik pembeli. Biasanya dilakukan oleh supermarket, misalnya Rp. 9.925,00
7. Combination price yaitu penetapan harga dengan cara penawaran berkombinasi antara dua jenis barang. Misalnya sikat gigi dengan pasata gigi, shampo dengan sisir, dan sebagainya.

Agar tujuan perusahaan dapat tercapai , seorang wirausahawan harus bijaksana dalam menetapkan harga. mengingat dengan penetapan harga produk mempunyai tujuan yaitu Mendapatkan Share pasar,Memperoleh harga maksimum ,Mempromosikan produk, dan Mencapai keuntungan.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

RITEL INDONESIA YANG SEMAKIN BERKEMBANG

Zaman semakin berkembang dilihat semakin banyaknya orang-orang cerdas yang berdampingan membangun bidangnya masing-masing seperti teknologi informasi maupun ekonomi di setiap Negara salah satunya yaitu Indonesia. Di Indonesia sendiri perkembangan sangat melesat pada bidang ekonomi khususnya Bisnis Ritel. Apa sih bisnis ritel? Apa saja yang termasuk pada ritel? Dan mengapa ritel bisa sangat berkembang di Indonesia? Kita akan mencari jawabannya satu persatu disini. Apa sih bisnis ritel itu? Bisnis Ritel adalah kegiatan dalam menjual barang atau jasa untuk konsumsi langsung atau tidak langsung. Dalam matarantai perdagangan bisnis ritel merupakan bagian terakhir dari proses distribusi suatu barang atau jasa dan bersentuhan langsung dengan konsumen. Peritel tidak membuat barang dan tidak menjual ke pengecer lain. Bisnis ritel diprediksi terus meningkat tiap tahunnya dan dipandang sebagai bisnis yang menguntungkan untuk segala jenis usaha ritel seperti Supermarket dan Convenience ...

PROMOSI PENJUALAN RITEL

      Pentingnya promosi penjualan ritel adalah meningkatkan keuntungan secara optimal dari hasil penjualan produk yang di dapatkan dan membuat konsumen melakukan proses pembelian pada produk tersebut. Proses penjualan yang dilakukan antara lain: Mendengarkan apa yang di butuhkan dan yang di inginkan konsumen. Memberikan rekomendasi produk yang di perdagangkan beserta keunggulan produk tersebut. Meyakinkan konsumen agar membeli barang yang di minati berdasarkan barang yang di perdagangkan dan menjadikannya menjadi pelanggan tetap. Yang dilakukan dalam mempromosikan dagangan ritel:    Membuat iklan   Karena dengan adanya iklan melalui berbagai media, konsumen bisa mengetahui produk yang   di perdagangkan dan segala kualitasnya. Images by Google   Menjual produk secara langsung    Efektif dan efisien, karena konsumen dapat melihat produk yang di tawarkan secara langsung    dan ...